The Magician’s Elephant by Kate DiCamillo

The Magician's ElephantThe Magician’s Elephant adalah buku Kate DiCamillo kedua yang kubaca setelah The Tiger Rising. Dibandingkan Tiger Rising, tema dan konflik dalam The Magician’s Elephant lebih sederhana, tapi juga lebih mengena buatku. Kehidupan Peter Augustus Duchene terasa suram bersama Vilna Lutz, seorang mantan tentara, yang terobsesi menjadikan Peter seorang tentara juga. Vilna menjaga Peter semenjak seluruh ayah dan ibunya meninggal, sekaligus mengatakan bahwa adiknya juga telah meninggal setelah dilahirkan sang Ibu. Segalanya berubah ketika Peter bertemu dengan peramal. Dia mengatakan, adik Peter, Adele, masih hidup dan jika ingin menemukannya, Peter harus mengikuti seekor Gajah.

Di tempat lain, terjadi keajaiban sihir, di mana muncul seekor gajah dari atap sebuah gedung opera yang menimpa dan meremukkan kaki Madam LaVaughn. Bencana yang menggiring sang penyihir dan Gaja ke penjara. Kehadiran si Gajah membuka harapan Peter untuk bertemu dengan Adele. Namun, keberadaan si Gajah ternyata tak hanya berpengaruh pada hidup Peter, tapi juga orang-orang yang memiliki keterkaitan dengan si Gajah.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, cerita fantasi ini sebenarnya sederhana, tapi didukung dengan tokoh-tokoh yang menyampaikan banyak pesan bermakna, kasih sayang, kearifan maaf, dan keyakinan diri. Saya menyukai Leo Matienne, polisi yang suka mengajukan pertanyaan yang tak berjawab, ‘Bagaimana kalau?” “Mungkinkah?” Karakter yang menunjukkan selalu ada harapan, sekaligus keberanian untuk mencoba sesuatu meski tidak tahu akan berujung seperti apa. Dan berkat pertanyaan Leo tersebut, Bartok Whynn, bersedia mengeluarkan si Gajah dari rumah Quentess Quintet.

Judul: Gajah Sang Penyihir
Judul Asli: The Magician’s Elephant
Penulis: Kate DiCamillo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetak: Pertama, September 2009
Tebal: 152 hlm
Bintang: 3/5

3 thoughts on “The Magician’s Elephant by Kate DiCamillo”

  1. Aku suka semua buku-bukunya Kate DiCamillo walau bukunya genre anak-anak malah seringkali menikbulkan pertanyaan yang dalam tiap kali baca. The tale of Desperaux juga bagus mbak. Sayang belum ada lagi buku Kate yang diterjemahkan.

    1. iya, ada pesan yang tersirat dari kalimat atau adegan di dalam buku2 DiCamillo.

      The tale of Desperaux blum baca, tapi buku udah ready to read😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s