Jaring Maut Si labah-Labah by James Patterson

Jaring Maut Si Labah-Labah “Karena aku perfeksionis yang sudah seperti itu selama paling tidak tiga puluh tahun hidupku. Karena aku harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Maggie Rose Dunne. Karena aku tidak bisa melupakan tatapan Mustaf Sanders. Karena aku menginginkan kebenaran tentang Soneji/Murphy. Atau begitulah yang selalu kukatakan pada diriku.” [Alex Cross – h. 428]

Alex Cross adalah seorang detektif kulit hitam sekaligus psikolog di Kepolisian D.C. Kemampuannya menilai karakter seseorang menggiringnya untuk menangani kasus penculikan dan pembunuhan berantai yang dilakukan Gary Soneji. Gary Soneji bukanlah penjahat sembarangan. Dia memiliki fantasi yang tinggi yang dibarengi dengan kesabaran besar untuk merencanakan aksi kejinya. Seperti rencana penculikan Maggie Rose dan Michael Goldberg yang membutuhkan waktu tiga tahun hingga akhirnya terlaksana. Serunya, rencana besar Soneji ternyata ditunggangi orang lain yang menginginkan uang tebusan, hingga cerita menjadi lebih kompleks.

James Patterson tidak hanya bercerita dari sudut pandang menilai Alex Cross, tapi juga melalui imajinasi gila Gary Soneji. Itu salah satu alasan saya sangat menyukai Along Came a Spider. Kepribadian ganda menjadi salah satu analisa Alex Cross ketika sosok Gary Soneji berubah menjadi Gary Murphy, seorang ayah yang selalu tampak penuh kasih. Meski hampir separuh cerita, saya ikut diajak mempertanyakan, yang mana karakter sebenarnya dari Gary, Soneji atau Murphy, tapi karakter Gary yang lebih menonjol adalah Soneji.

Selain bercerita dari sudut pandang Alex Cross dan Gary Soneji, Om Patterson juga menyelipkan suara-suara di kepala Maggie Rose yang dipenuhi ketakutan sekaligus kerinduan. Bagian ini membuat saya bertanya-tanya, apakah kelak pengalaman tidak menyenangkan ini akan menciptakan trauma atau penciptaan karakter seperti yang terjadi pada Gary pada masa kecilnya.

Adanya pihak yang menunggangi rencana Gary Soneji menjadi  misteri dalam cerita Along Came a Spider, selain ‘rasa’ psikologis yang terasa legit. Meski kejutan tidak terlalu mengena, tapi saya tetap menikmati setiap adegan dalam alur cerita. Buku ini sudah difilmkan dengan judul yang sama, saat melihat movie clip dan trailer filmnya di youtube, sepertinya ada bagian-bagian yang diganti dan dipotong, tapi tidak menyurutkan keinginan melihat keseluruhan filmnya. Pengalaman membaca buku James Patterson, Seri Maximum Ride dan Along Came a Spider, sukses membuat saya penasaran membaca yang lainnya.

Judul: Jaring Maut Si Labah-Labah
Judul Asli: Along Came A Spider
Penulis: James Patterson
Penerjemah: Diniarty Pandia
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetak: Kedua, Mei 2001
Tebal: 576 hlm
Bintang: 5/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s