Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan

2013-04-10 11.38.29_Julia_Ground

Awalnya, latar sejarahnya yang membuat saya tertarik membaca Cantik Itu Luka. Saya selalu dibuat penasaran dengan novel berlatar sejarah, tentang bagaimana penulis akan meramu cerita fiksi dengan ‘bungkus’ sejarah yang benar-benar nyata. Ternyata, masa kolonial dan komunis yang menjadi latar sejarah tidak terlalu ditonjolkan oleh penulis, meski saya sempat dibuat  kaget plus tertawa dengan ‘keusilan’ penulis yang berkaitan dengan sejarah, seperti penolakan Sang Shodanko dengan gelar Panglima Besar dari Presiden Soekarno yang akhirnya dilimpahkan kepada Jenderal Sudirman, atau tingkah Kamerad Kliwon yang tidak mendapatkan korannya pada suatu pagi.

Seperti judulnya, Cantik Itu Luka, berkisah tentang kehidupan ibu-anak yang memiliki paras cantik. Dewi Ayu, Sang Ibu, dan ketiga anaknya, Alamanda, Adinda, Maya Dewi, memiliki bentuk fisik yang memukau, berkat keturunan Belanda dan atau Jepang yang mereka miliki. Sayangnya, kehidupan mereka tak seindah penampakannya. Bermula dari kebangkitan Dewi Ayu setelah 25 tahun dikubur, agak ajaib juga, tapi memang inilah salah satu bagian mistis dalam buku ini.Kebangkitannya ternyata sekalian membaca cerita masa lalunya yang mungkin sama sekali tidak memberikan ruang kebahagiaan.

Masa kependudukan Jepang menjadi permulaan beragam musibah dan kesedihan yang melanda kehidupan Dewi Ayu, mulai dari terpaksa menjadi pelacur di rumah Mama Kalong, hingga nasib anak-anaknya yang sama muramnya dengan Ibunya. Sebenarnya Dewi Ayu masih memiliki satu anak lagi, yaitu Si Cantik. Ironinya, Cantik tidaklah secantik namanya, wujudnya yang mengerikan kerap membuat sekitarnya menjerit atau berlari ketakutan. Namun, dari Cantik-lah Dewi Ayu berharap, anaknya yang buruk rupa ini tidak terkena kutukan karma yang terus mengikutinya.

Meski slogan ‘don’t judge book by it’s cover’ sering dikumandangkan, tapi melihat kevulgaran model di bagian sampul cukup mewakili gaya penulis menyampaikan kisah Dewi Ayu yang vulgar dan blak-blakan. Menariknya, membaca Cantik Itu Luka yang disampaikan dengan cara blak-blakan kadangkala membuat bibir sedikit tersungging ‘menatap’ keironian hidup Dewi Ayu dan anak-anaknya. Alur maju-mundur dengan balutan plot yang rumit, membuat saya harus sedikit berkonsentrasi supaya tidak kehilangan kejutan yang diselipkan dalam kisah yang memperlihatkan kebebasan fantasi Eka Kurniawan.

Judul: Cantik Itu Luka
Penulis: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetak:Ketiga, Februari 2012
Tebal: 481 hlm
Bintang: 3/5

14 thoughts on “Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan”

    1. uncur mistisnya gak nyeremin koq Mbak🙂

      aku baru tau klo ada lomba resensi surat dahlan, ada link infonya gak Mbak? minta donk

    1. terlalu ingin menceritakan semua isi buku *betul gak?* biasanya aku gitu klo baca buku dan sulit buat ngereview😛

  1. mas aku nyari ni novel susah banget sekrang, pengen banget baca, tapi katanya gak terbit lagi yah? gmna ya mas kalo mau cari novelnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s