Swiss Family Robinson

Image
Terdampar di sebuah Pulau yang masih “hijau” memberikan petualangan besar bagi keluarga Robinson dengan alam liar. Badai yang menghancurkan sebagian kapal dan membuat keluarga Robinson ditinggalkan seluruh awak kapal menjadi awal titik mula yang memperlihatkan spiritualitas yang tinggi. Melihat badai yang tidak kunjung mereda, Mr. Robinson mengatasi ketakutan dan kepanikannya dengan menyebarkan ‘pengaruh’ positifnya, menenangkan dan mengajak seluruh keluarga berdoa dan memasrahkan diri.
Cara berpikir positif Mr. Robinson melahirkan jiwa optimis, jadinya ketika mereka terdampar yang muncul adalah rasa gembira [?]. Hehe, saya juga bingung dengan penggambaran rasa gembira pada semua keluarga Robinson, mungkin dikarenakan rasa syukur yang besar atas keselamatan mereka. Kondisi alam yang masih liar membuat mereka harus memeras pengetahuan dan kreativitas untuk memenuhi kebutuhan hidup. Maka cerita pun dipenuhi dengan perburuan dan pemeliharaan binatang, penemuan dan kegunaan tanaman, dan terciptanya alat-alat dari bahan di sekitar.Kekhawatiran dan ketakutan sepintas hadir terutama dalam diri Mr. & Mrs. Robinson, tapi petualangan mereka lebih diisi rasa penasaran dengan banyak sesuatu dan aktivitas baru. Aksi berburu dan “berperang” dengan binatang liar menjadi bagian yang menarik, tapi sayangnya bagian yang lainnya terkesan biasa, apalagi melihat alur dan plotnya yang datar, akhirnya perasaan bosan pun tidak dapat dihindari. Terkadang, saya juga kesulitan untuk memvisualkan peralatan yang mereka ciptakan.

Sepanjang membaca, ada sedikit rasa penasaran saya yang sering muncul di kepala, yaitu pengetahuan Mr. Robinson yang sangat dalam tentang alam dan makhluk hidup, bahkan cara bertahan hidup, menerbitkan rasa keingintahuan tentang latar belakang keluarga ini, terutama pekerjaan Mr. Robinson. Selain itu, apakah mereka tidak merindukan kehidupan sebelumnya? Apa mereka tidak merindukan adanya manusia lain? Satu lagi yang mengganjal adalah sebenarnya tujuan mereka naik kapal laut itu ke mana dan pulau “Swiss baru” ini ada dimana, yang hingga lembar terakhir tidak terungkap juga.Swiss Family Robinson layak dibaca anak usia 12 tahun ke atas yang menyukai petualangan.

Judul: Swiss Family Robinson
Penulis: Johann David Wyss
Penerjemah: Tisa Anggriani
Penyunting: Nunung Wiyati
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetak: Pertama, Oktober 2011
Tebal: vi + 538 hlm
Bintang: 3/5

Resensi ini diikutkan dalam Fun Year With Children’s Literature edisi bulan Januari 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s