Tofi, Perburuan Bintang Sirius by Prof. Yohanes Surya

Image
Cover Tofi

 

“Smart is not enough. Kecerdasan tanpa hati nurani hanya akan membuat dunia sengsara.” [h. 291]

Nyesel juga tidak ikut mendaftarkan diri menjadi firstreader karena ternyata saya suka dengan petualangan Tofi, Pemburuan Bintang Sirius. Nama Prof. Yohabes sendiri sudah saya kenal lewat bukunya berjudul Mestakung dan dedikasinya pada dunia pendidikan dan sains, terutama fisika. Agak tidak menyangka juga saat  Prof. Yohanes Surya bakalan menelurkan sebuah buku berjenis fiksi, bahkan sempat underestimated bakalan menarik, ternyata saya salah besar!!

Tofi, salah satu remaja, calon ilmuwan muda yang tinggal di Pulau Kencana, sebuah kawasan yang menjadi percontohan dan telah memiliki teknologi yang canggih. Namun, keinginan Tofi menjadi ilmuwan terus beririsan dengan beban mental ketika orang-orang memandangnya sebagai anak dari peraih penghargaan nobel sains, Prof. Yomosi. Dunia remaja tak luput dengan persahabatan dan persaingan, begitupun dengan Tofi, Rahul, William, dan Billy yang kudu berhadapan dengan musuh abadinya, Jupiter bersama ‘satelit’nya, yang sepertinya bakalan jadi konflik berkepanjang dari seri  ke seri.

Permasalahan tidak hanya terjadi di Pulau Kencana, kompetisi Science to Generation menjadi tempat pertarungan antar wilayah demi memperebutkan prestasi dan uang sebesar 25.000 dolar. Tofi dkk membutuhkan uang tersebut agar klub Fosfor dapat mandiri tanpa tergantung pada kucuran dana dari Para Newtonian yang selalu arogan. Berangkatlah para perwakilan dari Pulau Kencana ke Bandung, meski sebelumnya Tofi harus berhadapan dengan fitnah penghancuran jaringan internet se-Pulau Kencana.

Kompetisi yang awalnya dikira hanya perlombaan sains antara daerah ternyata menghubungkan pada misteri pembunuhan masa silam, perebutan ‘kunci’ kekuasaan, dan konspirasi. Aneka konflik bermunculan dalam buku ini, mungkin bisa dibilang padat konflik karena hadirnya beruntun. Untungnya, tidak membuat cerita menjadi membingungkan. Buku hasil olahan sains, kompetisi, cinta, dan misteri yang terbalut dalam cerita fiksi ini, berhasil membuat saya penasaran.

Kebingungan saya muncul saat harus mengingat tokohnya menurutku tergolong banyak, terutama ketika harus mengingat nama dari masing-masing kontingen perwakilan setiap daerah dalam perlombaan Science to Generation. Ditambah lagi, dalam buku yang masih berbentuk draft ini, saya agak tersiksa dengan pilihan hurufnya, cukup membuat saya harus sesekali berhenti membacanya. Tapi untuk buku revisinya, saya kurang tahu apakah penerbit masih menggunakan huruf tersebut.

Terlepas dari kekurangannya, saya suka bagaimana penulis-penulisnya menggabungkan dunia remaja dan orang dewasa dalam satu cerita dengan takaran yang hampir sama rata. Well, karena petualangan Tofi masih menyisakan banyak misteri, sudah pasti saya menunggu seri selanjutnya.

Judul: Tofi, Pemburuan Bintang Sirius
Penulis: Prof. Yohanes Surya, Ellen Conny, & Sylvia Lim
Editor: Dr. Lies Dwiarti
Penerbit: PT. Kandel
Cetak: 2012
Tebal: 832 hlm
Bintang: 5/5

2 thoughts on “Tofi, Perburuan Bintang Sirius by Prof. Yohanes Surya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s