Coraline [Novel Grafis] by P. Craig Russell

Saat kuliah saya pernah ditawari seorang teman untuk membaca buku Neil Gaiman berjudul Coraline, tapi belum berminat dan lebih memilih Eragon untuk dipinjam. Lumayan nyesel juga, karena sampai sekarang saya masih belum membaca buku Coraline terbitan Gramedia Pustaka Utama. Beberapa saat yang lalu, mampir ke Togamas, Malang dan menemukan novel grafis Coraline di rak obral. Sikat! dan ternyata tidak mengecewakan.

Coraline, bocah perempuan yang baru saja pindah rumah bersama kedua orangtuanya. Coraline memiliki tetangga, di flat bawah dan atas. Miss Spink dan Miss Forcible adalah penghuni flat bawah. Mereka mantan aktris yang sudah menginjak paruh baya dan anjing peliharaannya banyak hingga memenuhi flat. Selain itu, mereka sangat ramah dan mahir meramal lewat ampas teh. Penghuni flat atas adalah pria tua yang aneh. Dia sering berkata sedang melatih tikus-tikusnya untuk melakukan pertunjukan. Terkadang juga tikus menitipkan salam atau pesan peringatan bagi Coraline melalui Mr. Bobo.

Meski memiliki tetangga yang ajaib, Coraline sering dilanda bosan, apalagi jika orangtuanya sedang sibuk bekerja. Kesibukan itulah yang kemudian membuat Coraline merasa tidak diperhatikan. Suatu hari, cuaca hujan menyebabkan Coraline mendekam di rumah, bosannya semakin akut sedangkan orangtua Coraline seperti biasa, sibuk dengan komputer masing-masing. Ayahnya menyarankan Coraline untuk menghitung pintu dan jendela yang ada di rumah tersebut. Merasa tidak memiliki pilihan, Coraline mulai mendata jumlah pintu dan jendela sambil berkeliling rumah barunya. Petualangan dimulai ketika Coraline menemukan pintu yang terkunci dan ketika dibuka ternyata dibaliknya hanyalah tembok bata. Anehnya, ketika Coraline kembali membuka pintu itu di lain waktu, ternyata tersimpan kegelapan yang menuju ke suatu tempat.

Ilustrasi dalam Novel Grafis

Coraline menemukan tempat yang ternyata mirip dengan rumahnya, begitupun dengan semua penghuninya. Hanya saja, suasana terasa lebih hangat, makanan lebih lezat, perhatian yang besar dari orangtuanya. Sayangnya, kehangatan itu terasa janggal ketika melihat mereka semua memiliki mata yang berbentuk kancing!

Ilustrasi dalam Novel Grafis

Aku adalah penjelajah, berkali-kali didengungkan bibir Coraline setiap kali dia merasa takut dan menyerah. Ternyata yang terlihat hangat, menyimpan petaka. Ibu lainnya, menyimpan rencana jahat untuk Coraline. Dia menyekap orangtua Coraline di suatu tempat. Pertemuannya dengan tiga bayangan yang tersekap dalam cermin, membuatnya tidak hanya harus menolong orangtuanya, tapi juga mencari tempat-tempat di mana jiwa-jiwa tersebut disembunyikan. Taruhan pun dilakukan dengan ibu lainnya, dengan tantangan mencari tempat disembunyikan orangtuanya dan jiwa-jiwa itu. Jika berhasil, maka dia dan seluruh keluarganya dibebaskan, sedangkan jika gagal, dia akan ikut selama dengan ibu lainnya dan rela mengganti matanya dengan kancing.

Coraline juga pernah difilmnya tahun 2009, dengan animasi yang menurutku imut dan lucu, jadinya suasana thriller yang harusnya membalut cerita jadi tidak terlalu mengena. Sedangkan, Ilustrasi dalam novel grafis Coraline tidak seimut film adaptasinya, sehingga sangat mendukung ceritanya yang memang menyeramkan. Terdapat juga perbedaan dalam novel grafis dan film animasi Coraline. Petualangan Coraline dalam film lebih kompleks dan terselip cerita persahabatan dengan tokoh bocah laki-laki bernama Wybourn Lovet, yang tidak ada dalam novel grafisnya. Selain itu, tokoh Mr. Bobo lebih atraktif dan menarik di dalam film animasi Coraline.

Film Animasi Coraline

Antara film animasi dan novel grafis, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, yang ternyata sama-sama saya sukai. Eniwei, menurutku buku ini tidak cukup layak dibaca anak-anak, mungkin lebih cocok dibaca oleh remaja, usia SLTP.

Judul: Coraline
Penulis: Neil Gaiman
Adaptasi & Ilustrasi: P. Craig Russell
Penerjemah: Dwi Maya Aprillisa
Penerbit: M&C!
Cetak: Pertama, 2009
Tebal: 186 hlm
Bintang: 4/5

5 thoughts on “Coraline [Novel Grafis] by P. Craig Russell”

  1. Penerjemah coraline, kakak saya, dwi maya aprillisa sdh tiada 5 juni 2015

    Buku ini salah satu kenangan nya yang tersisa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s