Category Archives: Indonesia

Meski Cinta Saja Tak Pernah Cukup by Deasylawati P

meski cinta saja tak pernah cukup

Perbedaan ada untuk menjadikan manusia lebih dewasa. Tak perlu ditanya lagi, bahwa sudah pasti dalam memulai kehidupan berumah tangga, perbedaan akan selalu hadir karena ada dua kepala yang akan berjalan beriringan. Masing-masing memiliki karakter dan kebiasaan yang tidak sama tapi HARUS disatukan (baca: disandingkan) demi keberlangsungan rumah tangga. Proses yang memang membutuhkan waktu.

“Silmi, memahami seseorang bukanlah pekerjaan sehari dua hari, dan kau tidak bisa memasang target untuk benar-benar bisa melakukannya” [Aida – h. 288]

Silmi-Yunan, pasangan yang tidak pernah menyangka akan diikat dalam pernikahan tanpa rencana. Pernikahan yang terjadi karena terkuaknya masa lalu Silmi dan mantan calon pengantin pria, Daniar. Mendadak, tanpa rencana memang cenderung membuahkan ketidaksiapan mental. Konflik bermunculan dalam rumah tangga si perfeksionis dan tukang slebor.

“Jika Allah memberikan ujian yang tak biasa, berarti memang  orang itu bukan orang biasa” [Daniar]

Kedekatan dan ‘ketergantungan’ Silmi pada Daniar memercikkan cemburu di hati Yunan. Di sisi lain, Silmi memandang kemarahan Yunan tidak beralasan dan kekanak-kanakkan. Kemarahan yang menumpukkan semakin diperparah dengan komunikasi yang tidak terjalin dengan baik. Keterusterangan Dellia atas perasaannya kepada Yunan, membuat Silmi semakin bertanya-tanya tentang keutuhan rumah tangganya.

Meski Cinta Saja Tak Pernah Cukup, karena salah satu kunci utama dalam pernikahan adalah KOMUNIKASI dan NIAT. Niat adalah pondasi dari semua amalan. Setiap usaha manusia akan dikembalikan kepada niatnya. Dan jangan-jangan dia termasuk golongan … orang yang sia-sia, karena apa yang dilakukannya bukan karena Allah ta’ala [Yunan-h. 232].

Novel islami yang bertemakan romansa pernikahan ini memang tidak menawarkan kejutan-kejutan yang ‘wah’, agak datar karena sebagian besar cerita berisikan narasi. Gejolak baru terasa saat Yunan menyerah dan menjatuhkan talak satu kepada Silmi. Tapi, banyaknya narasi tak lantas membuat cerita menjadi menjemukan, karena lewat monolog-monolog tokohnya, pembaca diajak untuk ikut menimbang, merenung, serta memahami kondisi dan kekalutan tokoh.

Meski Cinta Saja Tak Pernah Cukup, mengalirkan banyak pelajaran berhikmah. Tak hanya untuk yang belum menikah, agar menjaga diri dan mampu mengelola perasaan yang tidak tertebak, tapi cocok juga dibaca pasangan suami-istri, untuk merefleksikan kembali niat dan memahami hakikat akad nikah, sebuah janji yang mengikat kuat pasangan dimana Allah dan alam semesta menjadi saksinya.

Judul: Meski Cinta Saja Tak Pernah Cukup
Penulis: Deasylawati P
Penyunting Bahasa: Mastris Radyamas
Penerbit: Indiva Media Kreasi
Cetak: Pertama, Jumadil ‘Ula 1435 H/Maret 2014
Tebal: 368 halaman
ISBN: 978-602-1614-07-5
Bintang: 3/5